pregnancy

Placenta previa di trisemester ketiga

Shock. itu yang langsung aku rasakan begitu keluar darah segar sewaktu tidur siang. Gak ada rasa nyeri atau apapun juga, bahkan pagi itu aku sempet beraktifitas. Sambil berusaha tetap tenang dan mengatur napas, aku langsung minta diantar hubby ke RS muhammadiyah bandung, tempat dulu aku check up sebelum pindah ke jakarta.

Ternyata setelah diperiksa Dr.Dian, aku mengalami plasenta previa. Dari blog orang aku nemu penjelasan : Placenta previa pada dasarnya adalah kondisi dimana posisi placenta terlalu dekat atau bahkan menutupi servik. Plasenta adalah organ vital yang menjadi jembatan antara ibu dengan bayi dan menyuplai nutrisi melalui tali pusar janin. Mungkin pernah mendengar bahwa plasenta sebenarnya bisa bergerak, tapi dalam kenyataannya ia tetap berada di tempatnya. Namun uterus secara perlahan berubah dan mengembang seiring dengan bayi yang belum lahir, jadi posisi plasenta bisa berubah selama kehamilan.

plasenta previa

Jika kondisi placenta previa terus berlangsung sampai saat kandungan semakin tua, dapat menyebabkan perdarahan dalam trimester ketiga (binggo, mungkin ini penyebabnya). Bisa juga menyebabkan kelahiran dini yang membuat bayi lahir prematur. Jika plasenta menutupi seluruh serviks atau sebagian dari serviks saat Anda akan melahirkan sulit diharapkan bisa melahirkan dengan normal atau jika terpaksa harus dengan bedah Caesar. Meskipun ini bukan cara yang ideal, namun yang paling penting baik Anda maupun bayi dapat terselamatkan.

Jika usia kehamilan memasuki minggu ke-19 dan memperlihatkan posisi plasenta di bawah, hanya 10% wanita yang terancam komplikasi sampai menjelang persalinan. Ini berarti 90% plasenta diharapkan masih bisa berubah posisinya kearah normal. Perubahan letak plasenta pada usia kandungan masihmuda ini juga masih mungkin terjadi karena jumlah cairan ketuban masih banyak dan memungkinkan janin bergerak memutar ke berbagai arah yang dikehendaki janin. Namun seiring dengan usia kandungan yang semakin tua, maka biasanya cairan ketuban akan semakin berkurang sampai menjelang masa persalinan. Nah, pada masa inilah biasanya placenta previa jadi bermasalah saat janin sudah berubah posisi namun letak placenta tetap menutupi jalan lahir, sehingga sudah sulit untuk diharapkan kembali ke letak yang seharusnya. Masalahnya pada usia kandungan di trimester terakhir, cairan ketuban sudah semakin sedikit dan besar bayi sudah semakin memenuhi ruang rahim.

Perdarahan pada placenta previa terjadi karena perubahan pada serviks di akhir masa kehamilan. Sejalan dengan perubahan pada serviks atau mulai melebarnya pembuluh darah kemudian pecah dan terjadi perdarahan, kadang-kadang dengan jumlah yang cukup banyak. Amat penting untuk segera melaporkan pada dokter yang akan menolong persalinan Anda. Yang melegakan, kasus semacam ini termasuk jarang terjadi. Kalaupun terpaksa dilakukan bedah Caesar, kondisi bayi aman-aman saja.

Jika placenta previa tidak dapat kembali ke posisi semula dengan sendirinya, ada beberapa cara untuk menanganinya. Antara lain dengan “bedrest” dan kehamilan Anda akan selalu dimonitor melalui USG. Jika mulai terjadi perdarahan yang banyak atau terjadi beberapa kali kontraksi maka Anda harus segera ke rumahsakit karena mungkin saja akan segera melahirkan.

Penanganan placenta previa tergantung pada letaknya

  • Complete Previa : jika benar-benar menutupi serviks dan tidak memungkinkan ibu melahirkan dengan normal. Jadi dokter akan memutuskan untuk segera dilakukan bedah Cesar
  • Partial Previa : plasenta menutupi sedikit saja serviks, masih dimungkinkan ibu melahirkan dengan cara normal
  • Marginal Previa : plasenta berada di tepi serviks namun tidak menutupi jalan lahir.

Menurut dr.dian aku mengalami keadaan plasenta previa marginal, menutupi setengah jalan lahir. Namun yang melegakan, selama ini diketahui ibu yang melahirkan dengan kasus plasenta previa tetap memiliki bayi yang sehat dan dapat tumbuh normal.

Dari awal kehamilan total 4 dokter yang pernah kita kunjungi, salah satunya adalah ahli fetomaternal dan ahli usg 4D dan semuanya bilang kehamilanku baik-baik saja dan normal. Ternyata memang aku punya plasenta aksesoris (tambahan), jadi plasenta ku panjang dari atas hingga setengah jalan lahir.  Mungkin memang ke-skip karena dipikir plasentanya udah diatas jadi aman. Gak nyangka kalo ternyata ada tambahan. What am i going to do next?

(bersambung…)

Advertisements

4 thoughts on “Placenta previa di trisemester ketiga

  1. mbak,maaf mau nanya2 lg.gpp ya…mbak darina dl wkt bedrest prnh ga ngalami kluar darah lg/kluar flek lg.krn kok aq kya gt ya.lma gpp tp tba2 kluar darah tp ntr 2 hr gpp ntr ada flek tp ga bnyk kok.aq bahkan blm brani ngapa2in cm baring aj n jln cm ke kmr mndi.blm brani ke DSOG krn aq tinggal di timika papua DSOG jauh dr rmh jd DSOG nyuruh 1bln skali aj untk priksa.ada advice ga mbak?thanx bgt ya.

  2. Baru pertama kali hamil aku dikagetkan dgn flek,di saat Usia kandungan skrg 7 bulan,menurut dktr kandungan ku mengalami placenta previa letak rendah.trus ku diberi obat penguat hrs bedrest dan setelah itu keluar lagi flek item.apakah itu bahaya??

    1. bunda… mgkin telat comenya ya… tp pgn tau gmn kondisi bunda pas hamil dg kondisi plasenta previa, apa bunda melahirkan secara normal?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s