parenting · pregnancy

Hubungan lekat pada bayi baru lahir

Gak kerasa hari ini tepat 35 minggu. Minggu depan udah 9 bulan. Kalo gak dirasa-rasa emang gak kerasa sih.. kecuali untuk sebulan bedrest ini rasanya seabad, haha.. but hey.. aku survive juga.. Jadi melakukan hal-hal yang mungkin gak bisa dilakukan kalau aku ngga bedrest.

Eniwei, tinggal itungan minggu lagi ketemu baby ZK, yippie.. Dan baca the baby book-nya dr.sears salah satu yang penting aku temukan adalah bagaimana kita memulai awal yang benar dengan bayi yang baru lahir. Dijelaskan bagaimana sebaiknya kita melalui menit-menit pertama bayi saat persalinan.

Hubungan lekat adalah istilah untuk ikatan emosional yang kuat yang berkembang antara orang tua dan bayi yang baru lahir. Sama hal nya dengan binatang, manusia juga mengalami “periode sensitif” pada saat kelahiran. Kalau hub ibu dan bayi rasanya udah pasti secara insting kita lakukan, menyentuh dan memeluk bayi segera setelah dilahirkan, tatap mata bayi, IMD dan lain sebagainya.

Tapi bagaimana dengan Ayah? Ternyata ada juga dibuku ini. Kemaren pas ican ke bandung aku sodorin alenia yang harus dia baca.. hehe.. gak banyak ko.. *suka rada males dia baca buku*

Pengennya hubby tau secara garis besar apa saja yang terjadi dan sebaiknya dilakukan. Waktu bayi lahir, dia diapain, apa aja yang di cek *karena gak mungkin dong gue yang lagi terkapar bisa konsen kesitu* Dan aku setuju dengan yang aku baca di baby book ini, setelah persalinan selesai aku bakal diapa2in, dibawa ke ruang pemulihan dll, disini hubungan lekat ayah dan bayi dimulai. Aku pengennya hubby ngeliatin bayi kita, nemenin dia dibawa ke kamar bayi atau mungkin ruang isolasi *aku minta rooming in tapi biasanya bayi diantar ke kmr setelah brp jam gitu*

Ayah bisa menggendong bayi, ayun-ayun, ajak bicara, memeluk bayi, ini adalah cara terbaik untuk memulai hubungan lekat. Katanya ayah yang menyentuh bayi segera setelah dilahirkan dan mengambil aktif dari perawatan bayinya akan segera lebih mudah untuk merasa dekat dengan bayinya kemudian.

Ketika bayi bertransisi, dari bernapas melalui plasenta menjadi bernafas langsung melalui hidung dan mulut, serta memiliki pernapasan pertama yang tidak beraturan, maka dengan menyentuh dan mengajak bicara akan menjadi pola rangsangan bagi bayi untuk membantunya bernapas secara teratur.

Masih banyak tips yang lain yang aku sendiri kayanya lupa kalo baca sekali aja, dikit-dikit dulu deh.. hehe.. Akhirnya hubby menutup bukunya.

“udah baca?”
“udah”
“gimana inget gak?”
“nggak..”

eerrrrr…. (T_T)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s