financial planning

Reksadana dan Asuransi Term Life (Part 1)

4 bulan yang lalu untuk pertama kalinya kita beli Reksadana lewat bank Mandisendiri. Aku memutuskan untuk beli Reksadana campuran aja, jumlahnya pun cuma Rp.200.000,- Maxudnya pengen trial dulu aja, kek apa sih Reksadana yang dihebohkan ama Ibu financial clinic di Hardrock FM itu..

Karena memang setelah aku survey beberapa unitlink dan sempat berdiskusi dengan seorang agen unitlink aku bandingin angkanya kok emang lebih optimal untuk misahin antara asuransi dan investasi. Bayarnya sama, manfaatnya lebih besar.

Tentang Asuransi Term Life

Ternyata setelah dijalanin ada satu kendala yang kita hadapin. Yaitu gak punya waktu untuk survey asuransi jiwa (dalam hal ini aku milih asuransi term life), karena kebanyakan tipe asuransi ini gak ada agennya, harus dateng langsung ke kantornya. Sampai kemaren ada seorang agen yang kebetulan mampir ke blog ini dan menawarkan asuransi term life di perusahaan asuransinya yang islami, sebut saja asuransi Takapenuh ๐Ÿ˜€

Jujur aku rada tertarik, karena selain islami, asuransinya beneran term life (emang ada ya yang boongan? hehe). Kalo aku googling sih di asuransi term life ManuHidup untuk Uang pertanggungan (UP) 1 M untuk 10 tahun preminya sekitar 4juta/tahun. Nah untuk Takapenuh ini aku dikasih ilustrasi untuk UP 750juta Preminya 2-3jutaan (lupa) untuk 10 tahun. Yang menarik, mereka punya term life yang bagi hasil. Jadi biasanya kalo term life kan kita bayar premi per tahun, kalo udah jatuh tempo ya uangnya hangus. Nah kalo yang bagi hasil ini kalo udah jatuh tempo, jumlah uang kita dibagi hasilm kita 80% mereka 20%. Preminya emang lebih mahal dari yang term life biasa dan UPnya sedikit lebih rendah.

Ilustrasi gampangnya gini :

  • Bayar 2-3juta/tahun, selama 10 tahun, kalo kita meninggal yang ditanggung (misal anak) dapet 750juta, tapi kalo ga meninggal ya uangnya ilang.
  • Atau Bayar 4 juta/tahun, selama 10 tahun, kalo kita meninggal UPnya 700juta, tapi kalo gak meninggal jumlah uangnya buat kita 80%, sisanya 20% buat mereka.

Ini angkanya buat aku ya.. umur 26 tahun. Kalo makin tua tentu saja preminya makin mahal.

Kenapa 10 tahun? Karena diharapkan setelah 10 tahun itu kita udah punya asset yang bisa dipake Zahra kalo kita kenapa-napa. Kalo sekarang rumah aja masih numpang. hehe.. Bisa juga sih ikut 15 tahun, masih mikir2 nih.. yang jelas makin lama jangka waktunya kita makin untung karena bayar preminya kan lebih murah.

Kenapa 1 M? ya kurang lebih lah ya.. karena diharapkan uang segitu cukup buat Zahra sampe sekolahnya selesai. Belum lagi tiap tahun pasti kena inflasi, makin lama biaya makin tinggi. Makanya waktu disodorin unitlink yang UP nya cuma 70jutaan, atau Asuransi ALiali deh yang paling bagus angkanya adalah 400juta, Zahra bisa bertahan sampai kapan? Ya dikaliin aja ama biaya hidup per bulan. Itu aja aku gak tau 1 M cukup gak.. ya pokoknya adalah uang yang lumayan bisa diandalkan.

Jauh amat mikirnya? Ya karena udah punya anak kali yah. Karena aku sama ican sama-sama kerja jadi bisa aja sih gak ikutan asuransi jiwa, karena kalo (mudah-mudahan sih ngga) salah satu dari kita udah gak ada, Zahra masih bisa dibiayain. Tapi gara-gara gempa kemaren aku jadi pengen buru-buru ikutan asuransi jiwa. Kantorku lantai 6, Ican lagi lantai 17. Kalo gempa besar datang.. tuing tuing tuing.. hehe.. wassalam. Aku tau hidup dan mati ditangan Allah, tapi pengen punya back-up-plan aja biar tenang.

Jadiiii.. sekarang masih menimbang-nimbang mau ikutan yang mana. Yang jelas target awal tahun baru udah harus ikutan asuransi term life!

PS : Mudah-mudahan bapak agen yang ga sengaja mampir di blog ini bisa kasih angka lebih bagus lagi. Nyahahaha…

BERSAMBUNG…

(mau bahas reksadana Zahra keburu manggil mau nyusu)

Advertisements

11 thoughts on “Reksadana dan Asuransi Term Life (Part 1)

  1. Woohoo, sama nih mama Zahra, aku juga baru crita tentang asuransi di blog. aku juga dah ambil yang dari asuransi T ituh. Bener dari ilustrasinya ada pengembalian dana di akhir masa kontrak jika tak ada klaim, itu bukan dana tunai katanya. Soalnya kan kata Wina tanpa dana tunai ya. Kita sealiran juga niy geng mrshananto yak ๐Ÿ˜‰ Nah tinggal aku niy action untuk reksadananya, sambil baca laporan reksadanamuw, jadi tambahan ingpo. TFS mamaZahra ๐Ÿ™‚

  2. Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Selamat bertemu kembali Mbak. Senang sekali karena Mbak sekeluarga sudah “beraksi” untuk berinvestasi meski yang proteksi masih “pikir-pikir”. Ingat Lho mbak, makin nambah umur premi makin naik lho :-D.
    Mengingatkan kembali, untuk produk Takapenuh Falah ๐Ÿ˜€ di akhir periode ada nilai tunai dari bagi hasil, sedangkan yang Al Khairat karena preminya adalah tabarru (derma) maka akan “hangus” di akhir periode.

    1. hehe selamat bertemu kembali pak.. iya saya sudah mulai mengerti, terima kasih atas waktu dan infonya. pgnnya siy UP diperbesar, premi diturunin dikit aja.. *masih nawar* maap maklum ibu-ibu..

  3. seriuss bgt gw baca ttg asuransi begini apalagi yg urusannya buat anak, tp kok gak mudeng2 juga yah?? haduh, tertarik ama si Takapenuh itu tuh.. tp kan kudu ngerti dan ada chemistry nya yah.. bapak agent mu itu mau berbaik hati ngajarin aku gak yah?? :p

  4. Salam kenal,

    Saya M. Ibnu Setiawan. Artikel ini tahun 2009, dan pada usia 26 tahun sudah melek finansial. Luar biasa banget. Beda banget sama saya, udah telat dan ketuaan. Tapi seperti kata pepatah, Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tapi jauh lebih baik lagi kalo tidak terlambat ๐Ÿ˜€

    Saat ini saya merupakan agen asuransi Allianz. Sekedar ingin sharing pengalaman saya mengenai pencarian produk asuransi jiwa. Background pekerjaan saya sebelum jadi agen adalah wiraswasta, usia saya waktu itu 30 tahun (thn 2014), sudah berkeluarga dengan 1 anak perempuan berusia 1 tahun. Saya sedang mencari info proteksi asuransi jiwa sebesar 1 Miliar, budget sekitar 300 ribu-an per bulan. Setelah ber-googling ria dan korespondensi lewat email, saya dapat 3 ilustrasi asuransi murni/termlife.

    Ilustrasi yang pertama, produk syariah (dari Taka), premi 3 juta per tahun, tenor 15 tahun, gak bisa bayar bulanan. Kalo yang kedua, termlife konvensional (dari Manu), premi minimal 4 juta per tahun, tenor 20 tahun, dapet UP-nya lebih besar yaitu 1,335 M, ada garansi perpanjangan, tapi sama dengan yang pertama, gak bisa bayar bulanan (waktu itu). Trus yang ketiga termlife konvensional juga (dari sun), preminya 3,6 juta per tahun, tenor 20 tahun, dan bisa bayar bulanan, tapi jadi lebih mahal sekitar 12%. Jadi bayarnya kalo bulanan jadi sekitar 336 ribu per bulan.

    Karena saya pribadi pengen produk yang syariah. Masih berlanjutlah pencarian saya hingga akhirnya nemu produk unit link syariah dari Allianz. Beruntung saya ketemu dengan agen yang bagus, dibuatkanlah ilustrasi unit link syariah dari Allianz ini buat saya dengan premi minimal tapi proteksi maksimal. Dengan profil saya, UP 1 Miliar preminya 355 ribu per bulan, tanpa cek medis, bayar premi terus selama ingin punya proteksi. Premi pun bisa flat hingga lebih dari 20 tahun, dengan catatan hasil investasi rata-rata sekitar 6-7% per tahun. Bahkan saya gak perlu risau dengan garansi perpanjangan, selama premi bayar terus, hasil investasi bisa nutupin biaya-biayanya, maka polis akan aktif terus. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa agen unit link dari perusahaan lain yang pernah nawarin ke saya, selalu nawarin cuma bayar 10 tahun, ada hasil investasi, โ€œgratisโ€ asuransi seumur hidup.

    Sempat bingung milih antara termlife (dari sun) yang bisa bayar bulanan 336 ribu atau yang premi 355 ribu dari Allianz ini. Terus terang saya milih yang bisa bulanan karena terasa meringankan. Sempet โ€œvakumโ€ sampai 2 minggu-an karena bingung dan juga kesibukan di toko. Sebagai testing sebelum ngambil keputusan terhadap 2 produk ini, saya coba tambah ridernya. Saya coba ambil rider pembebasan premi karena cacat tetap total dan penyakit kritis. Ternyata premi keduanya jadi sama, 375 ribu per bulan. Dan akhirnya saya pun memilih produk unit link syariah dari Allianz ini, namanya Allisya Protection Plus. Dan 2 bulan sesudahnya saya memutuskan untuk menjadi agennya.

    Sangatlah penting mempunyai asuransi jiwa untuk proteksi penghasilan kita. Sedangkan untuk jenis asuransi yang mau kita pilih, mau unitlink atau termlife, itu hanya skema saja. Yang paling penting untuk kita adalah manfaat yang kita peroleh, sesuai atau tidak dengan perencanaan keuangan yang kita punya. Jadi bukan hanya sekedar โ€œSay No unit Linkโ€. Kita harus tetap bijak memilih sebuah produk asuransi dan agen yang memasarkannya.

    Terima Kasih

    Regards,
    M. Ibnu Setiawan
    Blog: http://agenasuransisyariah.com
    Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s