Mom's Corner

Ter-Random Sore Ini

Kadang aku suka bertanya ama diri sendiri, seberapa besar sih aku bisa menerima perkataan seseorang yang buat aku bilang dalam hati “gue tau lo bener, tapi gak usah kaya gitu cara ngomongnya”. Karena kenyataan sampe saat ini gue masih suka sewot dan defensif. Gue ngga tanpa dasar loh ngomong gitu, dalam ilmu komunikasi pun agar pesan kita sampai, harus dengan cara yang bisa diterima pendengar. Bagaimana supaya bisa diterima? Berdasarkan training “coaching” kmrn di bandung (yang gue hari pertama peringkat ke-3, ceile wajib pamer, pdhl prasaan ngantuk mulu) sekarang udah gak jaman kita ngasih tau orang itu dengan ngomongin negatifnya. Termasuk dalam omongan negatif itu adalah yang bersifat menyalahkan dan memojokan. Kalo penyampaiannya secara negatif, hasilnya bisa terima pendengar ga kira-kira? Kalo ga diterima, pesannya sampai ga? Tujuannya tercapai ga?

Ehtapi, biar kita ga suka tyt pesan bisa diterima loh. Dan sedikit banyak mempengaruhi hidup kita. Jadi tujuan nya tercapai dong? Mungkin. Pesannya diterima. Tapi gak harus suka ama orangnya kan 😛

Kesimpulannya, kadang padahal kita tau mana yang benar. Tp kita belum bisa melakukan. Jadinya defensif. Pdhl again, tau mana yg benar. Pelajaran yang gue ambil bukan dari orang yang selalu nyebarin ilmu, tapi justru dari orang yang terang-terangan menolak ilmu itu. Bikin aku berdoa semoga selalu ditunjukkan jalan yang benar. Thk u for reminding 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s