parenting

[Repost] Waspada Anak Hilang

Hellooo.. it’s been a while since my last post.
Begitulah aku sibuk sekali. sibuk tidur di meja kantor karena mabok hamil trisemester pertama
Sementara mau repost aja artikel aku buat mommiesdaily.com bulan ini. Artikel ini dibuat karena kesambet keparnoan berita-berita anak hilang ditempat umum. Duh Gustiiiii lindungi anakkuuuu *kekep Zahra

—————————————————————————————————————————————-

WASPADA ANAK HILANG!!

Masih inget ga cerita Alma, anak kecil yang hilang ditengah keramaian Monas? Waktu berita nya beredar di social media saya langsung merinding dan sedih. Terbayang seperti apa perasaan Ibunya, sedih, panik, khawatir, duh kalau saya membayangkan saja rasanya nggak sanggup. Untunglah akhirnya Alma di temukan setelah 6 hari hilang, Alhamdulillah dalam keadaan sehat. Sebagai seorang Ibu saya ikut merasa lega dan haru.

Selang beberapa hari kemudian, kembali beredar lagi cerita anak hilang di social media. Kali ini anak batita yang hilang saat bermain di playground Mal XYZ. Deg! Jantung saya langsung seperti berhenti. Itu playground dan mal yang sering kita kunjungi. Lebih kaget lagi karena anak yang hilang tersebut cuma lepas dari pengawasan ibunya selama beberapa puluh detik saja! Lalu hilang di tengah keramaian orang. Untunglah setelah beberapa jam anak tersebut ditemukan karena Paman nya melihat ada seorang wanita paruh baya yang menggendong batita yang kebetulan sepatunya mirip sama sepatu keponakannya. Ya, anak tersebut dalam keadaan tidak sadar, kemungkinan dibius, dan wajahnya ditutupi oleh topi. Wanita paruh baya itu secara penampilan juga sama sekali tidak seperti penculik. Kalau tidak ditemukan entah apa rencananya terhadap anak itu.

Saya sendiri pernah kehilangan anak di tengah keramaian mal selama beberapa menit. Waktu itu saya dan suami memang lengah, Zahra yang masih berumur 2 tahun waktu itu memang lagi hobi sekali lari kesana kemari. Jangan ditanya bagaimana perasaan saya waktu itu, rasanya saya nyaris pingsan. Saya sangat bersyukur beberapa menit kemudian suami menemukan anak kami. Lumayan jauh dari tempat kami berdiri. Zahra nangis berurai air mata, saya peluk dia dan saya bertekad untuk menjadikan pengalaman pertama ini jadi pelajaran untuk saya, suami dan tentunya Zahra.

Beberapa hal yang saya lakukan adalah :

  1. Main Petak Umpet
    Saya ngga tau ini tindakan benar atau tidak tapi efeknya lumayan efektif buat Zahra. Kadang kita lelah mengejar si anak 2 tahun yang lari kesana kemari, diberi tahu untuk tidak jauh-jauh dari Mama juga nggak mempan. Akhirnya saya coba tips tante saya untuk sekalian main petak umpet ama anak di mal. Ya, saya sengaja sembunyi saat Zahra berlarian kesana kemari, tapi saya tetap ngintip mengawasi dia. Saat tau Mama nya hilang, Zahra mulai mencari-cari saya, saya tetep sembunyi sambil mengawasi. Lalu dia mulai menangis, dia bertanya pada petugas Mal dimana Mama nya, saat itu saya baru muncul. Saya lakukan main petak umpet ini sampai 2-3 kali, sampai Zahra benar-benar nangis dan kapok. Baru setelah itu, tiap dia melangkah menjauh dia selalu nengok ke Mama nya, memastikan dirinya sendiri nggak hilang.
  2. Mengajarkan Nama lengkap orang tua dan meminta bantuan petugas
    Beritahu nama lengkap orang tuanya pada anak, dan ajarkan untuk meminta bantuan. Sehingga apabila sewaktu-waktu dia tersesat, dia bisa menghubungi petugas untuk membantu mengumumkan kehilangan di pusat informasi. Berdasarkan pengalaman, Zahra sudah bisa menghafal nama lengkap saya saat berumur 3 tahun.
  3. Ajak ngobrol anak dan ajak dia terlibat dalam kegiatan kita.
    Ini salah satu strategi saya juga untuk membuat dia sibuk dan fokus, saya ajak ngobrol dan terlibat dalam berbelanja. Saya tanya “baju ini bagus ga?”, “Wah mending beli warna merah atau biru ya?”, “Eh yang ini lucu ya”. Nanti lama kelamaan si anak yang narik Mama nya bilang “Mama ini lucu ya”, “Baju ini bagus ya”, “Mending yang ini atau yang ini Ma?”. Nah selain anak terawasi jadi sekalian dapet shopping partner kan.
  4. Kerjasama dengan pasangan
    Awasi anak secara bergantian, dan konfirmasi ulang. Misalnya “Jadi Zahra sama Papa ya, soalnya Mama mau ke toilet”. Jangan sampai kejadian kesalahan komunikasi seperti “Loh kirain tadi Zahra sama Mama”. Wah bisa gawat!
  5. Selalu gandeng tangan anak
    Biasakan untuk selalu menggandeng tangan anak, atau ajarkan agar anak selalu memegang baju atau tas kita.

Demikiaaan semoga anak-anak kita selalu dilindungi. Amiiin

ttd

– emak parno –

Advertisements

8 thoughts on “[Repost] Waspada Anak Hilang

  1. Makasih Mba. Ini juga yang jadi ketakutan saya banget soalnya si anak lanang kalo lari suka ga lihat-lihat. Tips mengalihkan perhatian dengan bikin dia sibuk juga selalu dipakai. Makasih banget lagi Mba. 😀

  2. amit-amit…
    pengalaman banget waktu adik aku usia 6thn hilang di punclut, dulu gak kayak sekarang, jadi masih rame lalu lalang yang olahraga..
    dan ini terjadi karena miskom ortu, aku jalan sama mama duluan , adik sama bapak, adik lari kirain bapak ketemu sama kita ternyata si adik cari-cari sambil jalan sampe lembang T_T

    alhamdulillah ada yang nemuin trus ditanya2, untungnya orangnya baik dia bawa ke rumah dia dulu lalu dianter ke rumah serombongan sama pa rt/rw

    alhamdulillah nya lagi, dia udah sering diajarin ngapalin namanya sendiri, ortangtua, alamat rumah sama no tel rumah..

    thanks mba mengingatkan nih,
    sekarang saya juga lagi ngajarin si sulung (almost 3y) ngapalin alamat rumah,nama ortu sama sekolah, notel blm sanggup he..
    kalo di mall sih digendobg/stroller kalo dia lari-lari diikutin aja.
    maap kepanjangan hee..

  3. hai iti! gw juga termasuk golongan parno (karena dipengaruhi suami yang jauh lebih parno an hahaha).

    Klo gw ngajak ke mol berdua kirara doang, dia gw suruh pake ransel kecil, dan gw kasih tag di tasnya, yang isinya : nama, golongan darah, nama ortu dan no hp ortu. Oh iya, sekaligus di tag nya itu, gw gantungin juga peluit. Super parno kan, hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s