Mom's Corner

Cuti Sehari, Mengispirasi Seumur Hidup

11017122_10152995631453192_6451743590629808342_n

Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita. (Sumber : http://www.kelasinspirasi.org)

Awalnya aku pikir sesuatu yang simple untuk bicara didepan anak-anak SD tentang apa pekerjaan kita sehari-hari. Tapi setelah nerima email modul dari panitia aku langsung bengong. Iya juga yah.. audience-nya anak-anak umur 7-14 tahun gini, kita kudu pinter-pinter cari trick supaya apa yang kita sampaikan mengena. Itu juga kita cuma punya waktu singkat, sekitar 40 menit, tapi udah kepotong 5 menit untuk jalan pindah kelas. Ditambah kita juga sosok yang asing buat anak-anak, apa mereka bisa langsung nerima apa yang kita sampaikan? Jadi emang harus dipikirkan dari mulai pengenalan, ice breaking, materi mengajar dan closingnya.

Apalagi aku gak dateng briefing, makin buta aja. Untunglah di youtube ada panduan dari tim KI Surabaya untuk relawan pengajar disini, trus aku juga baca-baca review di blog orang dan juga konsultasi sama Ketua Kelompok.

Aku agak bingung juga gimana ya cara jelasin profesi aku sebagai HR, yang harus ngelola karyawan, rekrut, promosi, mutasi dll. Tapi akhirnya aku persempit jadi recruiter aja. Untuk merekrut orang kan kita harus bisa menilai karakter jadi materi mengajar aku bagi jadi dua macam. Untuk kelas besar (4-6) aku minta tuliskan 3 sifat diri sendiri dan teman sebangku, lalu tuliskan cita-citanya apa dibawahnya. Rencananya aku jelaskan masing-masing pekerjaan itu kan harus disesuaikan dengan karakter orang tersebut. Untuk kelas kecil (1-3) aku cuma kepikiran untuk menggambarkan cita-cita mereka.

Mungkin kita yang udah punya anak cukup beruntung sih, sedikit banyak kita kan udah tau cara meng-handle anak kecil. Karena rencana mengajar yang udah tersusun rapi ternyata kenyataannya harus buyaaarrrrr dan buru-buru ambil alternatif lain, hahahaha…

Nih ya aku ceritain.

Awalnya relawan ada banyak sekitar 9 orang di satu kelompok, tp kemudian satu per satu gugur, beberapa bahkan cancel di hari H. Jadi sisa 5 pengajar dibagi kelas 1-6, aku kebagian ngajar di 5 kelas dalam sehari. Jadi aku masuk tuh di semua kelas kecuali kelas 2.

Kelas pertama yang aku masuki adalah kelas 6. Dan pas banget sih menurut aku. Karena anak kelas 6 kan paling besar, jadi anteng banget. Semua duduk maniiiss banget, bicara sedikit dan lebih banyak mendengar. Jadi lebih mudah untuk menyampaikan ama pekerjaan aku sehari-hari. Aku sengaja bawa miniatur tower untuk ngasih tau produk kantor Bu Guru kaya gini lhooo…

16906604008_5d52aaa208_o

Tapi terus kelas selanjutnya adalah kelas 1. Bubyaaarrrr ambyaaarrrr.. hahahaha.. anak-anak teriak-teriak, lari sana sini, ntar diemin yang kanan, yang kiri kabur, trus diemin yang kiri eh yang kanan kabur. Gustiii hahahaha.. pucing bu guru berbie. Akhirnya aku keluarin tuh medali bintang yang emang udah disiapin ama kelompok.

“Siapa mau dapat bintang?”

bisa ditebak dong langsung pada teriak : “Sayaaaaaaa…”

“Oke yang mau dapet bintang duduk yang rapi!”

Langsung deh pada gedubrak gedubruk duduk manis. Mingkem.

16471944414_c841385fe3_o

Susah banget untuk bikin kelas kecil ini tetap fokus. Jadi aku coba nyanyi aja kaya bu guru di playgroup Zahra dulu.

“Tangan keatas, tangan kesamping, lipat kedepan, duduk yang manis”

Nah sekarang aku baru bisa bikin anak-anak fokus ke aku dan diam. Selama……. 2 menit. Hahahaha. Ya yang penting aku cepet-cepet aja kasih tau kerjaan aku. Trus aku bagiin kertas untuk menggambar cita-cita. Tadinya aku pikir jadi pada anteng ya nggambar gitu. Taunya masih aja ada yang lari-lari, trus tiba-tiba…….

“Huwaaaaaaaa… Bu Guruuuuuu.. Aku dipukuuuuuuuuuul”

Eaaaaaaaa kenapa lagi ini, hahaha…

Ternyata Nisa di pukul sama Jero (bukan nama sebenarnya, red), trus setelah aku tanya kenapa Jero mukul Nisa, ternyata Nisa minjem pensil Jero tapi maksa. Pas aku tanya knp gak minjem baik-baik, dia bilang karena dia gak bawa pensil. Astaga hahaha.. Hadu kalo kek gini salut bener deh ya ama Guru SD kelas 1. Aku bicara baik-baik sama Nisa dengan eye contact.

16471946014_146cf48b47_o

Udah, satu drama selesai.

Tapi kelas kembali chaos, anak-anak lari-lariΒ  kesana kesini nggak ngerjain tugasnya.

“Yang gak duduk manis Ibu minta joged di depan yaa..”

Kirain mereka jadi takut dan duduk manis, gak taunya…

“Buuu saya buuuuu saya mau jogeeed”

Terus berhamburlah mereka ke depan kelas dan joged-joged!!!

Eaaaaaaaaaa… salah strategi Bu Guru Berbie!!! Buru-buru aku acung-acungin lagi itu bintang supaya pada duduk manis, baru deh berhasil. Phiuh…

16908185659_82e45917b8_o

16908185299_0b2c6bb783_o

Begitu kelas selesai dan semua ngumpulin tugas dan tau cita-cita masing-masing, baru deh nafas rasanya lega banget. Hahaha. Ciyus gak lebay.

Untuk kelas lainnya cenderung lebih gampang sih. Kelas 3 juga manis-manis dan nurut. Untung aku bawa kumis-kumisan sama bibir. Jadi aku pura-pura jadi boss aku pake kumis yang ngasih tugas-tugas pekerjaan. Kelas pun tertawa waktu ada satu murid cowok yang mau pake bibir merah, ceritanya jadi Ibu Darina πŸ˜€

Di akhir kelas kita bagikan stiker bentuk daun untuk ditulis cita-cita dan ditempelkan di pohon cita-cita.

11144482_10152995627973192_704398166629380486_n

11051844_10152995627688192_5979065465978977230_n

Terharu banget waktu ada beberapa anak yang menggambar cita-cita mau bekerja di kantor aku, hahaha..

11149317_10152995598343192_1444537475275970903_n

Awalnya aku ikut sebagai relawan pengajar di Kelas Inspirasi untuk menginspirasi anak-anak, tapi pada akhirnya, malah anak-anak yang membantu aku untuk :

  • Mengingat kembali kenapa aku milih profesi ini. I do love my job and my company. Aku inget banget dulu waktu SD aku nulis diary cita-cita pengen jadi Direktur HR di kantor aku yang sekarang (soalnya bokap kerja disini juga dulu, tapi sekarang udah pensiun. See? Anak-anak memang suka cari inspirasi dari apa yang dia lihat). Tapi sekarang standar turun sih nggak Direktur hahaha πŸ˜€
  • Mengenali karakter anak SD, kebetulan si kakak tahun ini masuk SD, aku jadi bisa ngebayangin gimana cara memperlakukan anak SD, pastinya perlakuan ke kelas 1 berbeda dengan kelas 6.
  • Sebagai Ibu Bekerja, sering aku merasa bersalah ninggalin anak-anak dirumah. Tapi dengan ikut Kelas Inspirasi ini, justru cerita menjadi Ibu Bekerja ini bisa aku bagi dengan anak-anak. Tapi untuk menjadi relawan tentu saja nggak harus kerja kantoran. Banyak diantara teman-teman relawan yang profesinya nggak terikat jam kerja seperti penulis, musisi, baker, dll. Dan mudah-mudahan mereka jadi terbuka dengan begitu banyak profesi yang bisa mereka jalani.

Kelas Inspirasi ini hanya diselenggarakan satu tahun sekali di masing-masing kota. Inisiasi waktunya bergantung dari panitia masing-masing kota merupakan relawan juga. Pengalaman yang luar biasa deh!

10428707_10152995631348192_3716234108941868471_n

11148461_10152995631263192_542582711455424271_n

11102863_10152995598698192_6067640199306043018_n

17093249032_7166e03759_o

17068930706_fdb81b9c01_o

17068812936_5b6d887aed_o

16908662089_9efa5f671d_o

16908655779_209b214dd2_o

16887003307_b479f997d8_o

16886960337_fe73943123_o

17093384052_d771732a4c_o

17093338032_0f8c7df50f_o

Kebetulan kemaren kelompok aku cuma ada relawan fotografer, yang videografer sedikit banget yang daftar. Aku ambil salah satu conton video Kelas Inspirasi dari kota lain ya

Kalau ada yang tergerak untuk ikutan, coba cek website nya www.kelasinspirasi.org. Sudah saatnya kan para profesional ikut ngambil peran dalam pendidikan anak bangsa? Cuti nya cuma sehari kok, tapi bisa menginspirasi anak-anak ini seumur hidup.

16906828740_4baa735ec9_o

Baca juga :

Versi temen sekelompok aku, Pak Mandor disini.

Advertisements

14 thoughts on “Cuti Sehari, Mengispirasi Seumur Hidup

    1. ini ter-eaaaaaaaaaaaaa banget deh mas. Ternyata mas susilo tho :)) Mas sorii aku ga bisa ikutan refleksinya nih kynya, kok tabrakan lomba di sekolah anak aku :((

  1. Jadi ingat jaman PPL dlu, praktek ngajar di SMK, karena kuliahku ambil jurusan pendidikan,
    juga jaman ngajar di Taman Pendidikan Alqur’an, mengajar memang menyenangkan dan ngangenin πŸ™‚

    Brarti tiap 1tahun 1kota kejatah 1x aja mb?

  2. Itu cwe yg pk blazer hitam, namanya Susan bukan? Hihihi itu tmn kantor lama aku *malah fokeus ke org*

    Seru yah.. Itu ga kebayang wkt anak2 malah tunjuk tangan mau joged hihihi

  3. Kelas inspirasi ini bantu banget buat guru2 macem saya buat ngejelasin ke anak2 kalau profesi itu g cm guru, dokter, tentara, polisi sm pns tp msh banyak yang lain hehehe
    sayang di bombana blm tersentuh sempat ada swadaya anak2 sini buat bikin jg tp g termanage dgn baik seperti kelas inspirasi ini. Mudah2an kedepan ada yg sampe kesini… hehehehe
    Salam sehari mengajar seumur hidup menginspirasi….. πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s