parenting

#BeraniBicara Karena Komunikasi Adalah Koentji

Sering kali sebagai seorang Ibu aku merasa gagal. Tapi satu hal yang berhasil aku terapkan ke Zahra adalah kebiasaannya bercerita. Ternyata kebiasaan ini jadi hal penting karena aku gak bisa tiap saat ada disampingnya. Zahra tiap kali pulang kantor selalu cerita setiap kejadian di sekolah. Kadang sampai aku ketiduran saking panjangnya ๐Ÿ˜†

Me and mini me

Kebiasaan ini bukan tiba-tiba datang di umurnya yang ke-8, aku memang sengaja dari kecil selalu nanya apa kegiatannya hari itu. Dulu waktu masih TK kadang Zahra bete kalau ditanya “Hari ini belajar apa?” karena mungkin dunianya masih dunia bermain ya, jadi “belajar” bukan hal yang segitu menyenangkan buat dia, atau mungkin dia cuma jadi anak emaknya yang emang gak terlalu suka kegiatan akademis. Buah memang jatuh gak jauh dari pohonnya ๐Ÿ˜›

Jadi aku ganti pertanyaannya dengan “Hari ini main apa di sekolah?” atau “Main sama siapa di sekolah”, dan beberapa pertanyaan yang bisa kita variasikan sendiri untuk memancing dia bercerita.

Karena itu waktu di undang MommiesDaily.com untuk datang ke event SariWangi yang mengajak untuk #BeraniBicara dan mengungkapkan isi hati, aku jadi makin disadarkan akan pentingnya komunikasi dalam keluarga. Percaya gak ternyata hasil riset yang dilakukan oleh SariWangi menunjukkan setengah responden hanya mau mengungkapkan topik yang mudah dan aman saja untuk dibicarakan sehingga keterbukaan Keluarga Indonesia masih jadi sebuah tantangan.

Hal ini juga diakui oleh Ratih Ibrahim selaku Psikolog Anak dan Keluarga yang juga menjelaskan bahwa “Seringnya frekuensi bercerita tidak menjamin isi cerita dan tidak selalu yang diceritakan merupakan ungkapan isi hati yang sebenarnya. Alasan kurangnya keterbukaan adalah menghindari konflik. Padahal, memiliki pembicaraan yang mendalam di keluarga dapat membangun relasi yang hangat dan intim, membuat keluarga lebih bahagia, mencegah adanya resiko depresi dan membangun empati”.

Suasana santai ternyata penting untuk membangun keterbukaan komunikasi, karena itu disarankan untuk membangun komunikasi sambil melakukan hal-hal yang ringan aja, seperti sambil mendengarkan musik, nonton tv atau sambil minum teh. Yang terakhir kayanya udah jadi kebiasaan keluarga kita sih ๐Ÿ˜€ Bangun pagi rasanya udah otomatis minum teh, kadang ditambah sore hari, malam menjelang tidur, atau kapanpun saat kita lagi santai di rumah.

Menurut aku SariWangi memang pas sekali mengeluarkan kampanye #BeraniBicara ini, karena tea time itu memang identik dengan ngobrol dan bersantai bersama teman atau keluarga. Apalagi SariWangi memang teh berkualitas tinggi yang mengandung flavonoid dan theanin yang memberikan perasaan rileks, meningkatkan fokus dan mengurangi stress. Efek yang diberikan satu cangkir teh itu mungkin bisa lebih dari yang kita bayangkan lho ๐Ÿ˜€



Nggak gampang memangย  untuk membangun komunikasi yang mendalam pada keluarga, walaupun saat ini Zahra suka bercerita tentang kegiatannya sehari-hari, aku masih merasa perlu untuk lebih dalam dan lebih sering lagi membuat pertanyaan-pertanyaan yang membangun keinginannya untuk bercerita.

Mungkin Zahra terlalu pemalu untuk naik ke panggung dan hampir selalu mau kabur kalau ada lomba di sekolah atau tampil di acara sekolah, tapi kalau sama Mama-nya dia terbuka sekali, selalu bicara tanpa diminta.
Itu aja udah cukup untuk Mama โ˜บ๏ธ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s