review · Skin talk

5 Cara Yang Seharusnya Dilakukan Demi Resik “V”

Mumpung awal tahun, selain kesehatan dompet dan keuangan keluarga, aku mulai cek lagi nih kesehatan badan. Selain mau lebih rajin olah raga dan makan sehat, aku sadar kayanya there’s somethin wrong down there. Kepikir untuk ke bidan tapi ternyata klinik kantor lagi ada program tes IVA jadi aku sekalian cek aja deh.

Apa itu tes IVA?

IVA adalah tes langsung untuk deteksi kanker serviks.

Kanker leher rahim atau serviks merupakan kanker terbanyak yang diderita oleh perempuan di Indonesia. Deteksi awal selalu lebih baik daripada ketauan belakangan kan. Jadi aku memberanikan diri kemarin untuk Tes IVA. Sebenernya tes nya simple banget sih, cukup dengan cara pemberian asam asetat. Setelah dilihat posisinya, leher rahim dipulas dengan asam asetat 3-5%, selama 1 menit. Katanya pemberian ini tidak menyakitkan (walau pada kenyataannya agak perih sedikit) dan hasilnya langsung saat itu juga dapat disimpulkan Normal (Negatif), atau Positif (ada lesi pra-kanker).

Alhamdulillah hasilnya negatif. Tapi keputihan aku katanya memang agak berlebih, ini harus dideteksi lagi apakah ada jamur atau memang hal ini keadaan normal buat aku. Pencegahan yang pertama aku lakukan pastinya menjaga kebersihan organ intim.

Setelah mencoba browsing beberapa artikel kesehatan, 5 langkah ini yang sudah (seharusnya dari dulu) aku lakukan demi “Resik” si “V” (Resik dari bahasa Jawa artinya bersih) :

  1. Usap dari depan ke belakang.
    Ketika kamu hendak mengeringkan organ intim dengan tisu sehabis dibilas, usap dari arah depan ke belakang. Daripada ke belakang (anus) ke arah depan (vagina). Melalui cara ini, bakteri berbahaya dari anus kamu tidak akan menjadi terpapar pada bagian vagina.
  2. Jangan menyemprotkan air selang langsung ke Vagina.
    Ini untuk mencegah bakteri langsung masuk ke dalam vagina. Arahkan aja ke bagian depan.
  3. Ganti pembalut maksimal 3-4 jam sekali.
    Kalau lagi menstruasi, jangan malas untuk mengganti pembalut karena darah ketika menstruasi yang dibiarkan mengandung banyak bakteri sehingga membahayakan organ intim. Untuk itu, gantilah pembalut kamu dalam jangka waktu 3-4 jam. Begitu juga dengan panty liners.
  4. Gunakan celana dalam bahan katun.
    Karena bahan katun lebih cepat menyerap keringat. Kita harus menghindari memakai celana dalam yang membuat organ intim kita semakin lembab. Karena bakteri dan jamur akan berkembang subur pada keadaan kelembaban yang tinggi.
  5. Sabun biasa tidak cukup untuk membersihkan organ intim.
    Kita harus cermat memilih produk perawatan organ intim yang halal yang sekaligus dapat mengatasi keputihan. Jadi kemarin aku coba pakai Godokan Sirih Resik V yang katanya memiliki khasiat sirih sebagai antiseptik dan antibakteri alami. Jaman now agak repot kalau ngegodok sirih sendiri ya khan.. Jadi aku cari yang praktis aja tapi gak kalah berkhasiat.

Godokan Sirih Resik-V ini bentuknya cairan, nggak kental sedikitpun sehingga aplikasinya lebih mudah dan nyaman. Setelah pemakaian selama 2 minggu aku memang merasa keputihannya berkurang, jadi aku mau lanjutin nih, mudah-mudahan bersih terus yaaa….

 

Advertisements

2 thoughts on “5 Cara Yang Seharusnya Dilakukan Demi Resik “V”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s