traveling

Winter in China

Ide untuk ke China tentu saja di mulai setelah Shanghai Disneyland di resmikan. Tapi lalu ada berita miring soal orang di sana yang super jorok, toilet gak di flush, kendala bahasa, susah transport dan lain lain, akhirnya niat untuk menyambangi Disney’s castle terbesar di dunia pudar.

Tapi lalu seakan memang mungkin semua ada waktunya, beberapa teman aku ke Shanghai dan kok keliatannya bersih aja ya. Di tambah kemarin ada Cathay Pasific Travel Fair dan harganya cucok. Gak mikir panjang lagi langsung beli tiket dan akhirnya kita menginjakkan kaki juga di Mainland China ini!!

Biarkan Cina tidur, karena ketika terbangun, ia akan mengguncang dunia. ~Napoleaon Bonaparte

Jakarta – Hong Kong – Beijing – Shanghai – Hong Kong – Jakarta.

Yep, kita harus transit di Hong Kong selama 2 jam. Banyak orang menghindari penerbangan transit karena buang waktu. Tapi kalau aku kok seneng aja yah, berarti aku punya waktu buat ngelurusin kaki, makan atau bahkan belanja. Ya tapi lebih karena kita gak bisa milih juga sih, kan pergi kemana tiket promo membawa aja hehe..

Yang paling aku khawatir di liburan kali ini adalah masalah cuaca. Beijing di awal Januari udah mulai masuk puncak musim dingin. Waktu landing di Beijing jam 2 pagi suhunya -12°C. Untung di Hong Kong aku udah ganti baju anak-anak dengan segala perlengkapan perang musim dingin. Jadi waktu sampai kita tinggal pakai jaket aja.

Beberapa pointers untuk perjalanan kita ke China kemarin :

  • Visa China itu mudah, yang penting kita lengkapi semua persyaratan dokumen. Termasuk bukti booking hotel dari awal sampai akhir. Pengajuan online di website resmi. Kalau ada penambahan nama di lembar Paspor, jangan lupa di fotocopy.
  • Anak-anak baju 4-5 lapis. Dari mulai heat tech extra warm beli di uniqlo, aku double lagi sama long john beli di decathlon. Kaos bulu decathlon, di tambah lagi sweater uniqlo. Baru deh padded jacket. Sebaiknya yang ada penutup kepala yang ada bulu untuk menahan angin. Masker mulut, penutup telinga/topi, kaos kaki heat tech, sarung tangan heat tech atau bahan kulit. dan sepatu boot dengan lapisan bulu di dalam.
  • Jangan takut ada kendala bahasa karena semua orang di kota besar pakai google translate untuk komunikasi.
  • Siapkan uang cash karena di Beijing rata-rata gak menerima pembayaran Master card atau Visa. Kebanyakan pakai UnionPay. Tapi kalau Shanghai lebih modern, bisa pakai Master dan Visa card.
  • Ali Pay dan Wechat adalah alat pembayaran yang digunakan sehari-hari oleh penduduk China. Kita bisa instal selama kita punya no rek bank China.
  • Forbidden city dan The Great Wall di Beijing gak di sarankan pakai baby stroller karena banyak tangga. Jadi siapkan anak untuk jalan kaki. Aku gak menyarankan batita untuk berkunjung ke dua tempat ini di musim dingin, karena medan ini untuk dewasa aja cukup berat. Di Forbidden city kita harus jalan kaki 3 km, sedangkan di The Great Wall nanjak dan banyak anak tangga.
  • Supaya lancar foto pakai HP aku pilih sarung tangan heat tech yang tech friendly, alias yang tetep bisa touch screen HP walau pakai sarung tangan. Lalu belakang HP ditempel ring untuk memudahkan pegangan.
  • Instagram dan Facebook di-banned di China, jadi kalau mau akses kedua sosmed itu pakai no hp china, kita harus pakai VPN. Tapi aku karena pelanggan kartu Halo Telkomsel selalu beli aja sih paket Internet Roaming Telkomsel. Harganya OK kok. Aku beli paket 5G untuk 30 hari seharga 350rb. Dan kalau beli paket Tsel tetap bisa akses FB dan IG ga usah repot pake VPN. Penting nih hahahaha.. 😀
  • Walau negara ini manusianya pemakan nasi juga, aku tetep bawa magic jar yang ukuran kecil 0.3 liter beli di Ace Hardware. Buat sarapan biar waktu efisien karena kita gak ambil breakfast di hotel. Aku juga bawa abon dan makanan instan lain. Lumayan mengurangi kerempongan daripada cari-cari makan dulu, waktunya ke buang karena kadang namanya juga bareng anak, kita keluar hotel aja udah siang.
  • Ada beberapa apps untuk searching resto halal. Tapi aku kok udah paling praktis pakai Google maps aja ya.
  • Musim dingin kadang turun hujan. Beli jas hujan plastik di convinience store. Tipis, ringan, melindungi dari basah.
  • Bawa vitamin untuk imunitas dan memperkuat antibody, juga obat-obatan darurat.
  • Body cream, hand cream dan Lucas Papaw untuk menghindari kulit pecah/berdarah karena kering.
  • Beli hot pack untuk penghangat tangan, atau bisa juga di tempel di baju. Lumayan membantu supaya tangan dan badan kita tetap hangat. Katanya ada juga yang bisa buat kaki di sepatu, tapi kemarin aku gak nemu.

    body warmer beli di miniso
  • Toilet jorok? Alhamdulillah selama di Beijing dan Shanghai mungkin dari 10 toilet umum cuma 1 sih nemu yang gak di flush. Kebanyakan toilet umum sudah auto flush dan persediaan tissue selalu ada, bahkan di toilet kereta di sediakan juga toilet seat paper. Mungkin ini dengan catatan kita hanya mengunjungi kota besar dan low season pas winter.

    toilet di Disney Town Shanghai

Setelah 7 hari di China aku bisa bilang kita enjoy banget! The Great Wall is breathtaking, dan Shanghai Disneyland canggih bangeeet dan seruuuu.. Cerita detailnya nanti di post lain ya. Kalau ada yang mau kasih saran atau tips boleh dong di tulis di komen di bawah yaaa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s